Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV

Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV

KabaRakyat.web.id - Wuling Darion PHEV hadir sebagai solusi cerdas bagi pengguna yang ingin menikmati sensasi berkendara listrik tanpa khawatir kehabisan daya di perjalanan jauh.

Kendaraan ini memosisikan diri sebagai jembatan sempurna antara mobil listrik murni dan mobil hybrid konvensional yang selama ini mendominasi pasar otomotif Indonesia.

Sobat KaRa, perbedaan harga antara Darion PHEV dan versi EV-nya bukan tanpa alasan karena menyangkut teknologi, struktur pajak, dan kemampuan yang jauh berbeda.

Teknologi PHEV dan Cara Kerja Sistem Penggeraknya

Wuling Darion PHEV menggunakan sistem plug-in hybrid electric vehicle yang menggabungkan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik bertenaga besar dalam satu platform.

Mesin bensin 1.500 cc berteknologi Atkinson Cycle yang digunakan bukan sekadar penggerak roda, melainkan juga berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai saat dibutuhkan.

Sobat KaRa, baterai berkapasitas 20,5 kWh yang tertanam memberikan jangkauan hingga 125 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan kondisi pengujian standar resmi.

Dalam kondisi baterai penuh dan tangki bensin terisi, total jangkauan Darion PHEV dapat melampaui 1.000 kilometer, angka yang mustahil dicapai oleh versi EV murni.

Pengisian baterai dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja, menjadikan pengisian cepat di rest area tol sebagai solusi praktis perjalanan panjang.

Mesin bensin pada kondisi normal hampir tidak terdengar karena lebih sering beroperasi sebagai pengisi daya baterai, bukan sebagai sumber tenaga penggerak utama roda.

Perbedaan Desain Luar dan Fitur Eksklusif Darion PHEV

Secara tampilan eksterior, Wuling Darion PHEV dan versi EV hampir identik mulai dari lampu, kap mesin, fender, hingga pelek dan ban yang digunakan keduanya.

Sobat KaRa, pembeda utama yang terlihat dari luar hanya pada grille depan berdesain Diamond Cut yang memiliki celah udara serta tidak adanya aksen biru khas kendaraan listrik.

Di bagian samping bodi juga terdapat lubang pengisian bahan bakar yang menjadi penanda paling jelas bahwa kendaraan ini membawa mesin bensin di balik teknologi listriknya.

Emblem PHV di bagian belakang menjadi satu-satunya penanda tertulis yang membedakan Darion PHEV dari versi EV di mata pengguna maupun pengamat di jalan raya.

Ruang interior, kursi, sistem hiburan, fitur ADAS Level 2, serta panoramic sunroof pada varian EX semuanya identik antara kedua versi, tidak ada pengurangan fitur pada PHEV.

Layar infotainment 12,8 inci yang digunakan Darion PHEV menampilkan informasi tambahan berupa indikator bahan bakar dan alur energi yang tidak tersedia pada versi EV.

Mengapa Harga Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV

Sobat KaRa, perbedaan harga yang signifikan antara Darion EV dan Darion PHEV bukan semata karena biaya produksi, melainkan didominasi oleh perbedaan struktur perpajakan.

Darion EV EX dibanderol sekitar Rp423,8 juta sementara Darion PHEV EX mencapai Rp494 juta, selisih hampir Rp70 juta yang sepenuhnya mencerminkan beban pajak berbeda.

Mobil listrik murni mendapat insentif PPN Ditanggung Pemerintah serta PPnBM nol persen yang menekan harga jual secara signifikan di hadapan konsumen akhir.

Sebaliknya, PHEV dikategorikan sebagai kendaraan hybrid sehingga dikenakan PPnBM standar, PPN 12 persen, BBNKB 12,5 persen, serta PKB tahunan layaknya kendaraan konvensional.

Sobat KaRa, meski pemerintah pernah memberikan insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen untuk hybrid sepanjang 2025, beban pajak PHEV secara keseluruhan tetap jauh lebih tinggi.

Ini menjelaskan mengapa di atas kertas Darion PHEV seharusnya lebih murah dari EV mengingat teknologinya berbagi platform, namun justru terbalik akibat ketidaksetaraan insentif pajak.

Perbandingan Performa dan Pengalaman Berkendara

Motor listrik pada Darion PHEV menghasilkan tenaga sekitar 195 PS dengan torsi 210 Nm, lebih rendah dibandingkan versi EV yang mencapai 310 Nm dari motor listrik tunggalnya.

Sobat KaRa, meski tenaganya lebih kecil dari EV, akselerasi Darion PHEV tetap responsif dan menyenangkan karena karakter torsi instan khas kendaraan bermotor listrik.

Dalam mode EV Max, mesin bensin tidak akan menyala sama sekali hingga kapasitas baterai turun ke bawah 15 persen, membuat pengalaman berkendara terasa murni seperti mobil listrik.

Suspensi belakang Darion PHEV terasa lebih nyaman dibandingkan versi EV karena bobot mesin bensin membantu meredam guncangan dan pantulan di jalan tol dengan lebih baik.

Mode berkendara yang tersedia meliputi Eco, Standard, dan Sport dengan fitur energy recovery yang dapat disesuaikan, memberikan fleksibilitas bagi pengguna sesuai kebutuhan.

Fitur force power retention memungkinkan pengguna menjaga level baterai pada persentase tertentu, berguna untuk mengoptimalkan daya saat memasuki kawasan perkotaan yang padat.

Fitur Canggih dan Kemampuan V2L Darion PHEV

Wuling Darion PHEV dilengkapi fitur ADAS Level 2 lengkap termasuk Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan pengereman darurat otomatis yang aktif sejak mesin dinyalakan.

Sobat KaRa, fitur curve assist yang terdapat pada sistem ADAS sangat direkomendasikan untuk selalu diaktifkan agar sistem cruise control bekerja optimal di tikungan tol.

Menariknya, Darion PHEV juga memiliki kemampuan Vehicle to Load alias V2L yang memungkinkan kendaraan ini menjadi sumber listrik portabel untuk perangkat eksternal.

Sistem otomatis akan menyalakan mesin bensin sebagai generator ketika kapasitas baterai untuk V2L turun ke level yang telah ditentukan pengguna sebelumnya melalui layar sentuh.

Informasi odometer terpisah antara jarak tempuh mode EV dan mode mesin bensin menjadi fitur penting bagi pemilik untuk menentukan jadwal servis dan penggantian oli yang tepat.

Bagasi berkapasitas 1.202 liter yang identik dengan versi EV, kursi baris kedua captain seat elektrik pada varian EX, serta sunroof panoramik melengkapi paket nilai yang ditawarkan.

Pilihan Cerdas untuk Mobilitas Keluarga Modern Indonesia

Darion PHEV menjawab kebutuhan nyata keluarga Indonesia yang membutuhkan efisiensi harian di kota sekaligus kemampuan perjalanan jauh tanpa ketergantungan pada infrastruktur pengisian.

Sobat KaRa, bagi pengguna yang jarak tempuh hariannya di bawah 100 kilometer, Darion PHEV praktis dapat dioperasikan tanpa pernah menyentuh pompa bensin sama sekali.

Namun saat perjalanan mendadak ke luar kota tiba, tangki bensin yang tersedia menjamin ketenangan pikiran tanpa perlu menghitung jarak ke SPKLU terdekat di sepanjang rute.

Wuling merakit Darion secara lokal di pabrik Cikarang, Jawa Barat, yang menjadi faktor penting dalam menekan harga dan memenuhi persyaratan TKDN untuk mendapat insentif pajak.

Ke depannya, nasib harga PHEV sangat bergantung pada kebijakan perpajakan pemerintah, khususnya kepastian insentif yang hingga pertengahan 2026 masih belum sepenuhnya jelas.

Dengan keunggulan jangkauan total melampaui 1.000 kilometer, teknologi PHEV yang matang, dan desain MPV premium, Darion PHEV menjadi salah satu pilihan elektrifikasi paling komprehensif di Indonesia saat ini.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV
  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV
  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV
  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV
  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV
  • Terungkap Ini Alasannya Wuling Darion PHEV Lebih Mahal dari Versi EV