DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia

DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia

KabaRakyat.web.id - DJI resmi meluncurkan seri drone terbaru bernama Lito pada 23 April 2026, menandai babak baru dalam lini drone konsumer kelas entry-level perusahaan asal China tersebut.

Kehadiran DJI Lito 1 dan Lito X1 secara resmi menggantikan seri Mini yang selama ini menjadi andalan pengguna pemula yang menginginkan drone ringan dan mudah dioperasikan.

Sobat KabaRakyat, kedua drone ini hadir dengan bobot di bawah 249 gram, sebuah angka kritis yang menentukan apakah seorang penerbang memerlukan izin khusus atau tidak.

Desain Foldable Ringkas dan Regulasi di Bawah 250 Gram

Baik DJI Lito 1 maupun Lito X1 mengusung desain foldable yang kompak dengan dimensi 144 x 94 x 62 mm saat terlipat dan 183 x 251 x 79 mm saat terbuka tanpa baling-baling.

Bobot keduanya dirancang ketat di bawah 249 gram, menjadikan klasifikasi CE C0 yang memungkinkan penerbangan di atas kerumunan orang tanpa perizinan khusus dari otoritas.

Sobat KabaRakyat, kategori berat ini sangat penting bagi pengguna awam karena drone di bawah 250 gram umumnya tidak memerlukan registrasi maupun sertifikasi pilot drone.

Berbeda dengan drone berbobot lebih dari 250 gram yang mengharuskan pemiliknya memiliki izin terbang resmi, proses yang dinilai cukup rumit bagi pengguna kasual sekalipun.

Baling-baling khas DJI dengan aksen oranye di ujungnya sudah terpasang dari pabrik, dilengkapi sepasang baling-baling cadangan yang siap digunakan bila terjadi kerusakan mendadak.

Tersedia juga pelindung baling-baling opsional yang dapat dipasang dan dilepas sesuai kebutuhan, memberikan lapisan perlindungan tambahan dari benturan saat berlatih terbang.

Perbedaan Sensor Kamera Lito 1 dan Lito X1 yang Signifikan

DJI Lito 1 mengandalkan sensor CMOS berukuran 1/2 inci dengan resolusi efektif 48 megapiksel di balik lensa f/1.8 berkekuatan fokal setara 26,2 mm pada format full-frame.

Sobat KabaRakyat, kemampuan video Lito 1 mencapai resolusi 4K pada 60fps dalam mode standar, dengan opsi slow motion 4K pada 100fps yang menghasilkan rekaman dramatis.

Sementara DJI Lito X1 menggunakan sensor CMOS yang lebih besar yakni 1/1.3 inci dengan lensa f/1.7 setara 24 mm, menghadirkan kemampuan tangkap cahaya yang jauh lebih superior.

Keunggulan kamera Lito X1 semakin terasa dengan dukungan perekaman 10-bit D-Log M dan rentang dinamis hingga 14 stop, memberikan fleksibilitas luar biasa dalam proses editing.

Lito X1 juga mendukung resolusi foto 8.064 x 6.048 piksel dengan kecepatan rana maksimal 1/16.000 detik, serta opsi slow motion 200fps pada resolusi Full HD yang imersif.

Kedua drone mendukung rekaman vertikal 2.7K untuk kebutuhan konten media sosial, meski rotasi kamera secara fisik tidak tersedia dan mode vertikal dihasilkan melalui crop dari horizontal.

LiDAR dan Obstacle Avoidance Omnidireksional Jadi Pembeda Utama

Perbedaan paling mendasar antara Lito 1 dan Lito X1 terletak pada sistem sensor penghindaran rintangan yang tertanam di masing-masing perangkat secara berbeda.

Sobat KabaRakyat, kedua drone sudah dilengkapi sensor omnidireksional di bagian atas dan bawah yang mampu mendeteksi halangan dari segala arah bahkan dalam kondisi cahaya minim.

Namun Lito X1 melangkah lebih jauh dengan menambahkan sensor LiDAR menghadap ke depan yang menggunakan teknologi laser untuk mendeteksi rintangan secara lebih presisi.

Sensor LiDAR pada Lito X1 sangat berguna saat terbang dalam kondisi pencahayaan buruk atau malam hari, di mana kamera biasa kesulitan mengidentifikasi objek di sekitar drone.

Fitur Return to Home pada Lito X1 juga bekerja lebih andal berkat dukungan LiDAR yang memastikan drone dapat kembali ke titik asal dengan aman meski medan sekitar gelap.

Bagi penerbang pemula, kehadiran LiDAR pada Lito X1 menjadi investasi keamanan yang nilainya jauh melampaui selisih harga antara kedua model drone tersebut.

Baterai 36 Menit, Transmisi 21 Km, dan Fitur ActiveTrack

Kedua drone menggunakan Intelligent Flight Battery yang diklaim mampu bertahan hingga 36 menit terbang dalam kondisi ideal, melampaui banyak pesaing di kelas harga serupa.

Sobat KabaRakyat, tersedia juga opsi Intelligent Flight Battery Plus yang memperpanjang waktu terbang hingga 52 menit, meski varian ini tidak tersedia di semua kawasan pasar global.

Sistem transmisi DJI OcuSync 4 yang tertanam di keduanya memungkinkan jangkauan kendali antara 21 hingga 32 kilometer tergantung kondisi lingkungan dan jenis baterai yang digunakan.

Fitur ActiveTrack hadir di kedua model, memungkinkan drone mengikuti subjek secara otomatis tanpa perlu intervensi pilot, termasuk saat melintas di area dengan halangan di sekitarnya.

Mode QuickShots menyediakan jalur terbang otomatis seperti Dronie dan Rocket yang memudahkan pembuatan konten sinematik hanya dengan beberapa ketukan di layar smartphone.

MasterShots juga tersedia untuk menghasilkan rangkaian klip sinematik otomatis yang dikompilasi menjadi satu video siap publikasi sesuai kebutuhan kreator konten modern.

Perbedaan Remote, Internal Storage, dan Paket Pembelian

Lito 1 pada paket standar disertai remote RC-N3 yang memerlukan smartphone sebagai layar tambahan, dihubungkan melalui kabel data untuk menampilkan feed kamera secara real-time.

Sobat KabaRakyat, sementara paket Fly More Combo dengan remote RC 2 yang memiliki layar bawaan tersedia untuk kedua model, memberikan pengalaman terbang yang lebih mandiri.

Perbedaan lain yang cukup signifikan adalah ketersediaan penyimpanan internal sebesar 42 GB pada Lito X1, sementara Lito 1 hanya mengandalkan slot kartu microSD tanpa storage bawaan.

Internal storage 42 GB pada Lito X1 menjadi penyelamat bagi penerbang yang lupa membawa kartu memori, memastikan sesi terbang tetap dapat berlangsung meski tanpa aksesori tambahan.

Paket Fly More Combo Lito X1 dengan remote RC 2 mencakup tiga Intelligent Flight Battery, charging hub, dan tas bahu yang memudahkan mobilitas pengguna saat bepergian.

DJI juga menyertakan alat pembersih khusus untuk celah ventilasi pada drone, mengingat sistem pendingin aktif berpotensi menarik debu yang perlu dibersihkan secara berkala.

Harga, Rekomendasi, dan Ketersediaan Global

DJI Lito 1 dibanderol mulai dari sekitar 309 euro atau setara Rp5,4 juta untuk varian tanpa remote, menjadikannya drone entry-level dengan fitur paling lengkap di kisaran harga tersebut.

Sobat KabaRakyat, DJI Lito X1 mulai dari 379 euro atau sekitar Rp6,6 juta untuk unit saja, sementara paket Fly More Combo RC 2 dengan tiga baterai dijual sekitar 619 euro.

Kedua drone saat ini belum tersedia di pasar Amerika Serikat akibat pembatasan impor yang berlaku sejak Desember 2025, namun tersedia luas di kawasan Eropa dan Asia Pasifik.

Bagi pengguna baru yang baru pertama kali terjun ke dunia drone, DJI Lito X1 menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan meski harganya sedikit lebih tinggi dari Lito 1.

Kehadiran sensor LiDAR, internal storage 42 GB, sensor kamera 1/1.3 inci, dan dukungan 10-bit D-Log M menjadikan selisih harga antara kedua drone ini sangat sepadan.

DJI Lito series secara keseluruhan merupakan lompatan besar dalam segmen drone terjangkau, menghadirkan fitur-fitur yang dulu hanya tersedia di drone premium dengan harga jauh lebih tinggi.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia
  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia
  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia
  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia
  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia
  • DJI Lito 1 dan Lito X1 Resmi Meluncur, Ternyata Segini Harganya di Indonesia