Wisata Kaliurang Yogyakarta Terbaru: Ini Harga Tiket dan Wahana yang Ada
KabaRakyat.web.id - Kawasan wisata Kaliurang di Yogyakarta kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi alam paling legendaris dan tak lekang oleh waktu di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Terletak di Padukuhan Kaliurang Timur, Kelurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, kawasan ini menawarkan kesejukan alam lereng Gunung Merapi yang memukau.
Sobat KabaRakyat, kunjungan ke Kaliurang pada April 2026 mengungkap wajah terkini destinasi legendaris ini yang tetap ramai dan terus berkembang menjadi magnet wisatawan.
Perjalanan Menuju Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta
Rute menuju Kaliurang dimulai dari kawasan Universitas Gadjah Mada dengan jarak tempuh sekitar 22 kilometer menuju objek wisata utama di kawasan tersebut.
Perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 38 menit melewati Jalan Kaliurang yang membentang lurus ke arah utara menuju lereng Gunung Merapi yang hijau dan sejuk.
Di kilometer 5,6 tepatnya di Dusun Manggung, terdapat Perempatan Kentungan dengan underpass Jalan Ring Road Utara yang memiliki panjang terowongan 224 meter.
Sobat KabaRakyat, underpass Kentungan yang dibangun mulai November 2018 dan dibuka untuk umum pada 14 Februari 2020 ini menjadi penanda awal perjalanan menuju Kaliurang.
Di kilometer 14,5 Jalan Kaliurang, terdapat kampus terpadu Universitas Islam Indonesia, perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia yang didirikan pada 8 Juli 1945 di Jakarta.
Memasuki kilometer 22, pengunjung akan menjumpai gerbang pos retribusi kawasan wisata Kaliurang dengan tarif masuk Rp5.000 per orang untuk menikmati seluruh kawasan.
Sejarah Kaliurang: Dari Peristirahatan Belanda Hingga Wisata Modern
Kaliurang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut di lereng selatan Gunung Merapi, sekitar 25 kilometer di utara pusat Kota Yogyakarta.
Kawasan ini telah dikenal sebagai tujuan wisata sejak awal abad ke-20 ketika orang-orang Eropa yang tinggal di Yogyakarta mencari tempat peristirahatan beriklim sejuk.
Sobat KabaRakyat, para ahli geologi dan warga Eropa yang sulit beradaptasi dengan iklim tropis mulai membangun bungalow dan villa peristirahatan di kawasan Kaliurang yang menyejukkan.
Kaliurang kemudian berkembang menjadi salah satu dari sekitar 23 station hill yang dibangun Belanda di Hindia Belanda sebagai kawasan peristirahatan resmi di dataran tinggi.
Setelah kemerdekaan Indonesia, Kaliurang tetap menjadi kawasan peristirahatan favorit dengan banyak perusahaan dan instansi mendirikan wisma yang kemudian disewakan ke masyarakat.
Seiring perkembangannya, Kaliurang dilengkapi berbagai fasilitas wisata modern dan kini menjelma menjadi destinasi alam paling populer di Kabupaten Sleman Yogyakarta.
Telogo Muncar: Air Terjun Bersejarah di Kaki Bukit Plawangan
Telogo Muncar adalah objek wisata alam berupa air terjun alami setinggi sekitar 45 meter yang terletak di kawasan hutan asri di kaki Bukit Plawangan Kaliurang.
Sobat KabaRakyat, kawasan wisata ini berada di ketinggian sekitar 900 mdpl dan menawarkan udara sejuk, suasana tenang, serta pemandangan hutan pinus yang rindang dan memesona.
Pada masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII, air terjun Telogo Muncar digunakan sebagai tempat pemandian para bangsawan Keraton Yogyakarta secara eksklusif.
Air terjun ini juga memiliki nilai historis budaya yang tinggi karena pernah digunakan dalam ritual Keraton termasuk prosesi siraman pernikahan putra Sultan menggunakan tujuh sumber mata air.
Sejak gempa bumi Yogyakarta tahun 2006, debit air Telogo Muncar berkurang karena pergeseran bebatuan tebing yang membentuk celah sehingga sebagian air masuk ke dalam retakan.
Untuk memasuki kawasan Telogo Muncar, tiket masuk dikenakan Rp10.000 per orang pada hari kerja dan Rp17.000 per orang pada hari Sabtu dan Minggu untuk wisatawan nusantara.
Telogo Putri: Embung Asri dengan Wahana Air dan Kuliner Khas
Telogo Putri merupakan objek wisata alam berupa embung atau telaga buatan yang dikelilingi hutan pinus asri di lereng selatan Gunung Merapi Kaliurang Yogyakarta.
Nama Telogo Putri dalam bahasa Jawa bermakna telaga bidadari, merujuk pada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa tempat ini adalah tempat pemandian para bidadari kayangan.
Sobat KabaRakyat, kawasan ini berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman dan telah mengalami pembenahan signifikan terutama setelah gempa besar Yogyakarta 2006.
Di area embung tersedia wahana becak air dengan tarif Rp10.000 untuk 15 menit, serta arena bermain anak yang berlokasi di sisi selatan embung untuk keluarga yang datang bersama.
Salah satu atraksi alam yang menarik di kawasan ini adalah keberadaan kawanan monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis yang sering turun dari hutan lereng Merapi ke area wisata.
Sobat KabaRakyat, monyet ekor panjang ini memiliki tubuh sepanjang 40 hingga 47 cm dengan ekor 38 hingga 64 cm dan biasa hidup dalam kelompok 20 hingga 30 ekor bersama.
Wahana Skuter Listrik dan Kuliner Legendaris Kaliurang
Tren terbaru yang semakin populer di kawasan wisata Kaliurang adalah penyewaan skuter listrik yang memungkinkan pengunjung menjelajahi area lereng Merapi secara santai.
Pengoperasian skuter listrik ini mudah dan aman karena dilengkapi panduan langsung dari petugas, dengan sistem rem terpadu dan tuas gas yang sederhana di sisi kanan kemudi.
Selain skuter listrik, tersedia pula penyewaan ATV dan jeep wisata untuk pengalaman petualangan yang lebih menantang di jalur-jalur sekitar kawasan wisata Kaliurang.
Sobat KabaRakyat, antusiasme pengunjung terhadap wahana skuter listrik sangat tinggi terbukti dari antrean yang cukup panjang bahkan di hari biasa saat kawasan ini dikunjungi.
Di area sisi barat dan sekitar kawasan, terdapat sentra kuliner Taman Kuliner Tlogo Putri yang menyajikan makanan khas Kaliurang seperti jadah tempe dan sate kelinci yang legendaris.
Jadah Tempe Mbah Carik yang berdiri sejak tahun 1950 menjadi ikon kuliner paling legendaris di Kaliurang, didirikan oleh Mbah Sastro Dinomo dan tetap eksis hingga kini.
Elang Jawa, Burung Eksotis, dan Daya Tarik Kawasan Konservasi
Tugu Elang Jawa yang dibangun akhir tahun 2020 menjadi penanda resmi kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi di pintu masuk objek wisata Kaliurang Yogyakarta.
Patung ini melambangkan Elang Jawa sebagai spesies burung yang terancam punah dan dilindungi undang-undang, dengan habitat aslinya tersebar di lereng Gunung Merapi.
Sobat KabaRakyat, di kawasan wisata ini pengunjung juga dapat bertemu langsung dengan komunitas pencinta burung yang membawa peliharaan eksotis mereka untuk dilatih terbang bebas.
Salah satu jenis burung yang cukup diminati komunitas ini adalah Gold Macaw, burung paruh bengkok asal Amerika Selatan yang dikenal cerdas dan mudah beradaptasi dengan manusia.
Burung jenis Gold Macaw ini memiliki kemampuan menirukan suara manusia layaknya burung beo, sebuah keistimewaan yang menjadikannya salah satu burung peliharaan paling bernilai.
Harga burung Gold Macaw dewasa di pasaran Indonesia berkisar antara Rp35 juta hingga Rp40 juta, sementara anakan yang lebih kecil dapat diperoleh mulai dari sekitar Rp10 juta.
