Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini

Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini

KabaRakyat.web.id - Dua smartphone gaming mid-range paling dinantikan tahun ini akhirnya hadir bersama untuk diadu secara langsung dalam pengujian menyeluruh.

Poco X8 Pro Max hadir dengan chipset MediaTek Dimensity 9500s yang seharusnya ada di kelas harga lebih tinggi, sementara Infinix GT50 Pro mengusung Dimensity 8400 Ultimate.

Sobat KabaRakyat, meski chipset Poco jelas unggul di atas kertas, Infinix memilih strategi berbeda dengan menanamkan investasi pada fitur gaming eksklusif yang tidak dimiliki lawannya.

Perbandingan Chipset dan Hasil Benchmark AnTuTu

Poco X8 Pro Max ditenagai MediaTek Dimensity 9500s berbasis proses 3 nanometer dengan GPU Immortalis-G925, sebuah chipset yang lazimnya hadir di perangkat seharga Rp8 hingga Rp9 juta.

Infinix GT50 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 8400 Ultimate berbasis 4 nanometer berpasangan dengan GPU Mali-G720 MC7 yang cukup tangguh untuk kebutuhan gaming intensif.

Sobat KabaRakyat, dalam pengujian AnTuTu sebanyak lima ronde, perbedaan skor antara kedua chipset ini mencapai 600 hingga 700 ribu poin bahkan saat Infinix dipasangi pendingin eksternal.

Pada benchmark Geekbench, Infinix GT50 Pro juga tertinggal jauh dari Poco X8 Pro Max yang mencatatkan skor AnTuTu melampaui 3 juta poin berkat arsitektur chip yang lebih modern.

Dalam praktik bermain game berat seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves pada pengaturan grafis tertinggi, Poco X8 Pro Max menghasilkan frame rate lebih tinggi dan lebih konsisten.

Untuk multitasking, membuka banyak aplikasi sekaligus, serta proses rendering video ringan, Poco X8 Pro Max terbukti menyelesaikan tugas lebih cepat dibandingkan Infinix GT50 Pro secara konsisten.

Stabilitas Performa dan Uji Panas Selama Gaming

Sobat KabaRakyat, hasil uji stabilitas Wildlife Stress Test mengungkap fakta menarik bahwa Infinix GT50 Pro justru unggul dengan skor stabilitas mencapai 95,5 persen.

Poco X8 Pro Max hanya meraih skor stabilitas 60,5 persen dalam pengujian yang sama, meskipun skor terendahnya dalam kondisi tertekan masih lebih tinggi dari skor terbaik Infinix.

Artinya, untuk sesi gaming marathon tiga hingga empat jam, Infinix GT50 Pro mampu mempertahankan performa lebih konsisten dibanding Poco yang lebih cocok untuk sesi pendek namun intens.

Dalam pengujian Mobile Legends, Infinix GT50 Pro mencatatkan rata-rata FPS lebih tinggi karena mendukung mode 144 FPS, sementara Poco X8 Pro Max terkunci di batas 120 FPS.

Meski begitu, Poco X8 Pro Max tetap unggul dalam nilai 5 persen low FPS yang mencerminkan frekuensi frame drop lebih rendah dan konsistensi gameplay lebih terjaga secara keseluruhan.

Sobat KabaRakyat, dari sisi suhu operasional, hasilnya bervariasi tergantung skenario pengujian sehingga tidak ada pemenang mutlak dalam kategori manajemen termal antara kedua perangkat ini.

Baterai Jumbo dan Fitur Unggulan Infinix yang Tak Dimiliki Poco

Poco X8 Pro Max menyandang keunggulan telak di sektor baterai dengan kapasitas 8.500 mAh berbasis silicon-carbon yang melampaui Infinix GT50 Pro dengan baterai 6.500 mAh.

Pengisian daya cepat 100 watt milik Poco juga jauh meninggalkan kemampuan fast charging 45 watt yang disematkan Infinix pada GT50 Pro untuk memangkas waktu pengisian daya.

Data uji daya tahan membuktikan Poco X8 Pro Max lebih awet, dengan penggunaan WhatsApp selama 30 menit menguras daya 8 persen berbanding 12 persen pada Infinix GT50 Pro.

Sobat KabaRakyat, namun Infinix menyimpan senjata rahasia berupa dukungan wireless charging dan bypass charging yang sama sekali tidak tersedia pada Poco X8 Pro Max.

Fitur bypass charging sangat relevan bagi gamer karena memungkinkan perangkat beroperasi langsung dari adaptor tanpa mengisi baterai, sehingga suhu terjaga dan baterai tidak cepat aus.

Pengujian internal membuktikan penggunaan bypass charging selama empat jam gaming memang tidak meningkatkan FPS, namun performa lebih stabil dan suhu perangkat jauh lebih terkendali.

Layar AMOLED, Desain, dan Keunggulan Ketahanan Poco

Kedua smartphone mengusung panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz, namun kualitas akurasi warna keduanya menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan.

Sobat KabaRakyat, Infinix GT50 Pro mencatatkan color accuracy yang lebih baik dengan cakupan P3 100 persen, Adobe RGB 92 persen, dan sRGB 100 persen yang sangat memuaskan.

Poco X8 Pro Max dilaporkan banyak pengguna dan terkonfirmasi dalam pengujian memiliki tampilan layar yang cenderung kekuningan, menjadi kompromi yang cukup mengganggu di kelas harganya.

Infinix GT50 Pro juga unggul dalam peak brightness layar, sementara Poco memiliki keunggulan di fitur hiburan dengan dukungan Dolby Vision dan HDR10 Plus yang tidak ada di Infinix.

Dari sisi desain, Infinix GT50 Pro tampil agresif dengan aksen gaming, RGB lighting, dan liquid cooling yang terlihat nyata, sementara Poco X8 Pro Max lebih berpenampilan premium dan kalem.

Sobat KabaRakyat, dari aspek ketahanan bodi, Poco X8 Pro Max unggul dengan frame aluminium dan triple IP rating, sementara Infinix hanya mengantongi IP64 dengan frame berbahan plastik.

GT Trigger Fisik dan Keunggulan Kamera Infinix GT50 Pro

Senjata paling eksklusif Infinix GT50 Pro adalah sistem GT Trigger fisik bertekanan ganda yang dapat merespons sentuhan ringan, tahan lama, maupun gestur geser secara bersamaan.

Tombol trigger ini mendukung 10 tingkat sensitivitas tekanan dengan respons 20 milidetik, mampu dipetakan hingga empat aksi berbeda per tombol, dan diklaim tahan lebih dari 3 juta tekanan.

Sobat KabaRakyat, fitur GT Trigger ini menjadi diferensiasi terkuat Infinix karena di kisaran harga Rp6 hingga Rp7 juta belum ada pesaing lain yang menawarkan kemampuan serupa saat ini.

Di sisi kamera, kedua perangkat menggunakan sensor utama 50 megapiksel namun Infinix GT50 Pro memiliki kamera depan 13 megapiksel dengan kemampuan merekam video hingga 4K 60 FPS.

Poco X8 Pro Max memiliki keterbatasan pada kamera depan yang hanya mampu merekam 1080p, sementara Infinix juga mendukung loose zoom untuk kamera depan yang tidak ada pada Poco.

Dalam pengujian video belakang 4K 60 FPS, Infinix menampilkan dynamic range lebih baik dan sudut pandang ultrawide lebih lebar, sementara Poco unggul dalam stabilisasi dan ketajaman detail.

Chip N1 Infinix, Konektivitas, dan Kesimpulan Final

Infinix GT50 Pro menjadi satu-satunya smartphone di kelasnya yang mengintegrasikan chip jaringan proprietary N1 buatan Infinix sendiri untuk stabilitas sinyal yang lebih andal.

Sobat KabaRakyat, chip N1 ini diklaim meningkatkan kekuatan sinyal hingga 60 persen di area dengan jaringan lemah, sebuah fitur yang terbukti bekerja nyata dalam pengujian lapangan.

Poco X8 Pro Max menjawab dengan konektivitas Wi-Fi 5 dan Bluetooth 5.4, serta penyimpanan UFS 4.1 yang menghasilkan kecepatan baca tulis data lebih tinggi dibanding standar sebelumnya.

Secara keseluruhan, pada rentang harga Rp6 jutaan, Poco X8 Pro Max menawarkan nilai terbaik dengan chipset Dimensity 9500s yang secara normal dijual di kisaran Rp8 hingga Rp9 juta.

Namun Infinix GT50 Pro tetap menjadi pilihan tepat bagi gamer yang membutuhkan fitur spesifik seperti GT Trigger fisik, bypass charging, wireless charging, dan stabilitas performa jangka panjang.

Sobat KabaRakyat, pilihan antara keduanya berpulang pada prioritas pengguna, apakah mengutamakan kekuatan chipset mentah atau ekosistem fitur gaming yang lebih lengkap dan berbeda.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini
  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini
  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini
  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini
  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini
  • Ternyata Infinix GT50 Pro Bisa Kalahkan Poco X8 Pro Max di Sektor Ini