Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya

Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya

KabaRakyat.web.id - Harga kendaraan bermotor di Indonesia terus mengalami kenaikan setiap tahun seiring berbagai faktor ekonomi yang tidak bisa dihindari oleh konsumen.

Inflasi dan kenaikan harga bahan baku menjadi dua penyebab utama yang secara konsisten mendorong harga motor baru semakin tinggi dari tahun ke tahun.

Sobat KabaRakyat, selain dua faktor tersebut, ada satu variabel lain yang sering luput dari perhatian konsumen namun berkontribusi signifikan terhadap kenaikan harga kendaraan.

Fitur Motor dan Kenaikan Harga

Inovasi fitur pada kendaraan bermotor terus berkembang pesat, bahkan di segmen motor entry level yang selama ini dikenal sebagai kelas paling dasar dan terjangkau.

Fitur-fitur seperti speedometer digital, sistem sensor keamanan, throttle by wire, hingga teknologi keyless kini sudah banyak ditemukan pada motor kelas menengah bawah.

Sobat KabaRakyat, secara teknis sebagian besar fitur tersebut bersifat kosmetik dan tidak secara langsung meningkatkan performa atau aspek keselamatan berkendara secara fundamental.

Namun demikian, kehadiran fitur-fitur ini menjadi justifikasi bagi produsen untuk menaikkan harga jual kendaraan secara signifikan dan terstruktur di setiap tingkatan varian.

Sebagai contoh nyata, Yamaha XMAX terbaru dilengkapi windshield elektrik yang dapat naik dan turun otomatis, sebuah fitur yang langsung mendongkrak harga jual beberapa juta rupiah.

Fitur keyless atau sistem kunci nirsentuh menjadi contoh paling relevan karena diproduksi massal dan hadir hampir di seluruh lini produk motor dari berbagai merek besar.

Cara Kerja Sistem Keyless pada Motor

Sistem keyless pada sepeda motor bekerja menggunakan teknologi sinyal gelombang radio yang dipancarkan remote menuju modul penerima yang tertanam di dalam kendaraan.

Gelombang radio yang digunakan memiliki frekuensi unik untuk setiap pasangan remote dan modul sehingga secara teoritis tidak ada dua motor yang dapat saling bertukar sinyal.

Sobat KabaRakyat, proses binding atau pengikatan antara remote dan modul dilakukan di pabrik sehingga setiap unit motor memiliki identitas sinyal yang benar-benar berbeda.

Secara operasional, pengguna cukup memutar kenop yang terpasang di motor tanpa perlu memasukkan kunci fisik, meski cara kerjanya pada dasarnya hampir sama dengan kunci konvensional.

Perbedaan utama antara keyless dan kunci biasa hanyalah pada alat pemutarnya, di mana keyless menggunakan kenop sementara kunci konvensional menggunakan anak kunci mekanis.

Keunikan frekuensi sinyal ini awalnya dianggap sebagai terobosan keamanan yang unggul, terutama karena motor berkeyless tidak dapat dibobol menggunakan kunci T seperti maling lakukan.

Kelemahan Keyless yang Mengejutkan

Meskipun awalnya dianggap lebih aman, perkembangan teknologi justru mengungkap berbagai kerentanan serius yang melekat pada sistem keyless kendaraan bermotor saat ini.

Sobat KabaRakyat, sinyal gelombang radio yang menjadi fondasi sistem keyless ternyata merupakan elemen yang paling mudah dieksploitasi oleh pelaku tindak kejahatan pencurian kendaraan.

Para pencuri kini menggunakan perangkat bernama signal booster atau relay yang berfungsi menangkap sinyal dari remote asli dan memancarkannya kembali ke motor dari jarak jauh.

Dengan alat ini, pencuri yang berada dalam radius 10 hingga 20 meter dari kunci asli dapat menduplikasi atau memanfaatkan sinyal tersebut untuk mengaktifkan kendaraan tanpa izin.

Kondisi ini menjelaskan mengapa banyak kasus pencurian motor berkeyless terjadi saat kendaraan diparkir di dalam rumah karena pencuri menempelkan alat relay di dekat kendaraan.

Ironisnya, fitur kunci stang yang biasanya menjadi lapisan keamanan tambahan menjadi tidak berguna sama sekali ketika sistem keyless berhasil diretas menggunakan perangkat tersebut.

Risiko Error dan Gangguan Sinyal

Selain rentan terhadap pencurian, sistem keyless pada kendaraan bermotor juga memiliki kelemahan lain berupa potensi error atau gangguan yang bisa terjadi kapan saja.

Sobat KabaRakyat, jenis error yang dilaporkan pengguna sangat beragam mulai dari sistem tidak mengenali remote, motor tidak bisa dinyalakan, hingga gangguan di lokasi tertentu.

Penyebab utama gangguan ini adalah interferensi gelombang elektromagnetik dari sumber-sumber eksternal yang berada di sekitar lokasi pengguna memakirkan kendaraannya.

Keberadaan tower SUTET, pemancar televisi, menara BTS, kabel tegangan tinggi, hingga perangkat signal jammer dapat mengganggu frekuensi sinyal remote secara signifikan.

Kejadian gangguan keyless sempat viral di wilayah Yogyakarta, membuktikan bahwa interferensi sinyal adalah ancaman nyata yang bisa dialami pengguna di berbagai lokasi.

Pengguna motor berkeyless yang tinggal atau sering melewati kawasan dengan instalasi pemancar besar sangat dianjurkan mewaspadai potensi gangguan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Cara Melindungi Remote Keyless

Sobat KabaRakyat, salah satu langkah perlindungan paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan sinyal keyless adalah menyimpan remote di dalam tas atau pouch berbahan RFID.

Pouch RFID terbuat dari bahan metalik khusus yang mampu memblokir seluruh gelombang elektromagnetik sehingga sinyal remote tidak dapat ditangkap dari luar wadah.

Selama remote berada di dalam pouch RFID, perangkat signal booster yang digunakan pencuri tidak akan mampu mendeteksi atau menduplikasi sinyal remote tersebut dengan efektif.

Metode perlindungan ini juga sekaligus mencegah berbagai teknik pencurian sinyal lainnya seperti signal jamming yang kini semakin banyak digunakan oleh pelaku kejahatan.

Di samping penggunaan pouch RFID, pengguna juga disarankan mengaktifkan kunci tambahan mekanis seperti gembok cakram yang tetap efektif melindungi dari pencurian fisik.

Kesadaran pengguna terhadap lingkungan sekitar tempat memarkirkan kendaraan juga menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko yang melekat pada sistem keyless ini.

Apakah Keyless Benar-Benar Dibutuhkan?

Dari sudut pandang fungsional murni, sistem keyless tidak memberikan perbedaan pengalaman berkendara yang signifikan dibandingkan dengan sistem kunci konvensional mekanis biasa.

Sobat KabaRakyat, keduanya tetap membutuhkan tindakan fisik memutar untuk mengaktifkan mesin, perbedaannya hanya terletak pada jenis alat putar yang digunakan pengguna.

Ketergantungan penuh pada sistem elektronik juga menjadi kelemahan mendasar keyless karena kegagalan komponen elektronik akan membuat motor tidak dapat dinyalakan sama sekali.

Berbeda dengan kunci mekanis konvensional yang memiliki solusi darurat seperti jumper kabel, motor berkeyless tidak memiliki metode alternatif serupa ketika sistem elektroniknya gagal.

Apabila remote keyless hilang atau rusak, pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar untuk membeli remote original baru dan melakukan proses binding ulang.

Mempertimbangkan semua faktor tersebut, kunci mekanis konvensional tetap memiliki keunggulan praktis karena lebih tahan gangguan dan memberikan lapisan keamanan yang lebih dapat diandalkan.

Keyless sebagai Strategi Kenaikan Harga

Sobat KabaRakyat, meski kelemahan teknis keyless sudah banyak terungkap, fitur ini masih diposisikan produsen sebagai nilai jual premium untuk membenarkan kenaikan harga motor.

Sistem keyless umumnya hanya tersedia pada varian menengah ke atas, menjadikannya pembeda harga yang efektif antara varian dasar dengan varian yang lebih tinggi tingkatannya.

Produsen memanfaatkan persepsi konsumen bahwa teknologi keyless identik dengan modernitas dan keamanan meski kenyataan di lapangan tidak selalu sejalan dengan persepsi tersebut.

Jika kelemahan keamanan pada sistem keyless tidak segera mendapatkan pembaruan teknologi yang signifikan, angka pencurian kendaraan bermotor berpotensi terus meningkat.

Proses pembobolan motor berkeyless yang bisa dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit tanpa menimbulkan kebisingan menjadikannya target yang sangat menggiurkan bagi pelaku kejahatan.

Sobat KabaRakyat, konsumen perlu lebih cermat mengevaluasi nilai nyata setiap fitur sebelum memutuskan membeli kendaraan agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat optimal.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya
  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya
  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya
  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya
  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya
  • Ternyata Fitur Keyless di Motor Lebih Rentan Maling, Ini Alasannya