Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran

Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran

KabaRakyat.web.id - Proyek rehabilitasi jalan Payakumbuh–Lintau menuju Halaban terus dikebut oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjelang musim mudik Lebaran 2026.

Per 11 Maret 2026, pekerjaan telah memasuki tahap pengecoran kedua atau lapisan akhir di sisi kiri jalan arah Payakumbuh menuju Lintau yang menjadi penyelesaian struktur permanen.

Sobat KabaRakyat, progres terbaru ini menjadi kabar menggembirakan bagi jutaan pemudik yang berencana melintas jalur tersebut saat puncak arus mudik Lebaran 2026 mendatang.

Jalur Vital Lama Rusak Parah

Ruas jalan Payakumbuh–Lintau merupakan jalur provinsi yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan kawasan Lintau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kerusakan di sepanjang ruas ini sudah berlangsung sejak tahun 2016 dan menjadi beban berat yang ditanggung masyarakat yang setiap hari melewatinya.

Warga di sepanjang jalur ini bahkan menjuluki ruas tersebut sebagai jalan seribu lubang akibat kondisi permukaannya yang penuh kerusakan dan genangan air permanen.

Sobat KabaRakyat, kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara tetapi juga telah memakan korban kecelakaan dan menghambat perekonomian lokal secara nyata.

Jalur ini adalah akses utama bagi ribuan pelajar, petani, pedagang, serta kendaraan angkutan tambang yang beroperasi aktif setiap hari di wilayah tersebut.

Setelah bertahun-tahun menjadi sorotan dan keluhan warga, Pemprov Sumatera Barat akhirnya mengalokasikan anggaran rehabilitasi besar untuk memperbaiki kondisi jalan secara bertahap.

Nilai Proyek dan Metode Beton

Proyek rehabilitasi jalan Payakumbuh–Sitangkai dialokasikan dengan anggaran mencapai Rp75 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat tahun anggaran berjalan.

Metode pengerasan yang digunakan adalah sistem rigid pavement atau pengecoran beton dua lapis yang jauh lebih tahan lama dibandingkan pengaspalan konvensional biasa.

Sobat KabaRakyat, sistem pengecoran dua lapis ini membutuhkan waktu pengerjaan lebih panjang namun menghasilkan struktur jalan yang kuat dan permanen untuk jangka panjang.

Tahap awal proyek mencakup ruas sepanjang 1,3 kilometer dari arah Payakumbuh menuju Sitangkai yang berhasil diselesaikan pada September 2025 sesuai target kontrak.

Pelaksana proyek, PT Arpex Primadhamor, ditugaskan mengerjakan proyek dalam 180 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada Maret 2025 hingga awal September 2025.

Keberhasilan tahap pertama menjadi modal penting bagi keberlanjutan proyek ke tahap berikutnya yang mencakup ruas lebih panjang menuju kawasan Halaban dan sekitarnya.

Progres Terkini 11 Maret 2026

Berdasarkan informasi terkini per 11 Maret 2026, pengerjaan di lapangan telah memasuki pengecoran tahap kedua yang merupakan lapisan akhir permukaan jalan beton permanen.

Pengecoran lapisan akhir ini dikerjakan di sisi kiri jalan dengan orientasi arah Payakumbuh menuju Lintau, yang menjadi segmen paling krusial dalam penyelesaian proyek ini.

Sobat KabaRakyat, lapisan kedua ini merupakan bagian terpenting dari struktur rigid pavement karena menjadi permukaan yang langsung dilalui kendaraan setelah proyek rampung.

Berdasarkan informasi dari para pekerja di lapangan, ruas yang sedang dicor saat ini ditargetkan sudah dapat dilintasi kendaraan saat Lebaran meskipun baru satu arah.

Target satu arah tersebut dinilai realistis mengingat proses curing atau pengerasan beton memerlukan waktu yang cukup sebelum lapisan benar-benar siap menahan beban kendaraan.

Meski hanya satu arah, ketersediaan jalur ini tetap menjadi kabar baik karena akan sangat membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan sangat padat.

Sistem Lalu Lintas Satu Arah

Penerapan sistem buka-tutup jalan menjadi solusi utama pengelola proyek untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung di sepanjang lokasi proyek.

Sobat KabaRakyat, petugas pengatur lalu lintas ditempatkan secara permanen di titik-titik kritis untuk memastikan kendaraan berat dan ringan tertib bergantian melintas setiap harinya.

Pengecoran dilakukan per segmen secara bertahap agar kualitas beton terjaga optimal dan proses pemadatan berlangsung sempurna tanpa gangguan lalu lintas yang berlebihan.

Skema satu arah saat Lebaran nantinya akan diterapkan secara terorganisir dengan koordinasi antara pelaksana proyek, Dinas Perhubungan, dan aparat keamanan setempat.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk memahami kondisi ini dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama selama masa konstruksi berlangsung di lapangan.

Khususnya menjelang Lebaran 2026, Pemprov Sumbar juga tengah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas lintas wilayah untuk mengurai kepadatan arus mudik di berbagai ruas.

Dampak bagi Warga dan Ekonomi Lokal

Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban sebelumnya menyatakan bahwa perbaikan jalan ini membawa dampak signifikan bagi mobilisasi harian warga di kawasan tersebut.

Sobat KabaRakyat, para orang tua yang setiap pagi mengantar anak-anak ke sekolah merasakan langsung manfaat nyata dari perbaikan ruas jalan ini yang terus berlanjut.

Aktivitas ekonomi warga di dua kecamatan yaitu Luak dan Sago Halaban di Kabupaten Limapuluh Kota turut terdampak positif seiring membaiknya kondisi jalan provinsi ini.

Petani yang mengangkut hasil bumi menggunakan kendaraan bermotor kini mulai merasakan efisiensi biaya transportasi yang lebih rendah dibandingkan sebelum perbaikan dimulai.

Jalur ini juga merupakan salah satu rute menuju destinasi wisata alam populer di Sumatera Barat sehingga perbaikannya turut mendorong pemulihan sektor pariwisata lokal.

Dengan jalan yang semakin membaik, konektivitas antara Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Tanah Datar diharapkan semakin kuat dan produktif.

Target dan Harapan Menuju Lebaran

Anggota DPRD Sumatera Barat, Wirman Dt. Pangeran, sebelumnya berharap agar tahap-tahap pengerjaan berikutnya segera dilanjutkan dengan dukungan alokasi dana dari pemerintah pusat.

Sobat KabaRakyat, Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan rehabilitasi jalan ini hingga seluruh ruas yang rusak parah dapat diperbaiki sepenuhnya.

Target dari para pekerja di lapangan adalah memastikan sisi kiri jalan arah Payakumbuh–Lintau sudah bisa dilintasi kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran 2026 berlangsung.

Keberhasilan menyelesaikan lapisan akhir pengecoran sebelum Lebaran akan menjadi pencapaian penting yang sangat berarti bagi jutaan warga yang bergantung pada jalur ini.

Koordinasi antardaerah terus diintensifkan termasuk melibatkan Kota Payakumbuh dalam rapat persiapan angkutan Lebaran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sobat KabaRakyat, keberhasilan proyek besar ini kelak akan menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disuarakan selama bertahun-tahun mendapat respons serius dari pemerintah daerah.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran
  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran
  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran
  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran
  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran
  • Kabar Baik! Jalan Payakumbuh-Lintau Siap Dilalui Satu Arah Saat Lebaran