Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya

Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya

KabaRakyat.web.id - Proyek rehabilitasi jalan Payakumbuh–Lintau menuju Halaban kembali menjadi sorotan publik di Sumatera Barat menjelang musim mudik Lebaran 2026.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang terus memacu pengerjaan ruas jalan provinsi yang selama ini menjadi keluhan warga.

Sobat KabaRakyat, percepatan pengerjaan ini dinilai mendesak mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses utama arus mudik yang dilalui ribuan kendaraan setiap harinya.

Jalur Vital yang Lama Terbengkalai

Ruas jalan Payakumbuh–Lintau merupakan jalur provinsi yang menghubungkan Kota Payakumbuh dengan kawasan Lintau di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Kondisi jalan di sepanjang ruas ini mengalami kerusakan parah sejak tahun 2016 sehingga menjadi beban berat bagi masyarakat yang setiap hari melewatinya.

Warga di sepanjang jalur ini bahkan menjuluki ruas tersebut sebagai jalan seribu lubang karena kondisi permukaannya yang penuh kerusakan dan genangan air.

Sobat KabaRakyat, kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara tetapi juga telah menelan korban kecelakaan dan menghambat roda perekonomian lokal.

Jalur ini merupakan akses utama bagi ribuan pelajar, petani, pedagang, serta kendaraan angkutan tambang yang beroperasi setiap hari di wilayah tersebut.

Setelah bertahun-tahun menjadi sorotan dan keluhan warga, Pemprov Sumatera Barat akhirnya mengalokasikan anggaran rehabilitasi untuk memperbaiki kondisi jalan secara bertahap.

Anggaran dan Metode Pengerjaan

Proyek rehabilitasi jalan Payakumbuh–Sitangkai saat ini dialokasikan dengan dana mencapai Rp 75 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat.

Metode pengerasan yang digunakan adalah sistem rigid pavement atau pengecoran beton dua lapis yang terbukti lebih tahan lama dibandingkan pengaspalan konvensional biasa.

Sobat KabaRakyat, sistem pengecoran dua lapis ini memang membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih panjang namun memberikan hasil yang jauh lebih kuat dan permanen.

Tahap awal proyek mencakup ruas sepanjang 1,3 kilometer dari arah Payakumbuh menuju Sitangkai dan berhasil diselesaikan pada September 2025 sesuai target waktu kontrak.

Pelaksana proyek, PT Arpex Primadhamor, ditugaskan mengerjakan proyek dalam 180 hari kalender sejak kontrak ditandatangani pada Maret 2025 hingga awal September 2025.

Keberhasilan tahap pertama menjadi modal penting bagi keberlanjutan proyek di tahap berikutnya yang mencakup ruas lebih panjang menuju kawasan Halaban dan sekitarnya.

Progres Pengerjaan Tahap Lanjutan

Memasuki awal tahun 2026, Pemprov Sumbar resmi melanjutkan proyek ke tahap berikutnya dengan target pengerjaan sepanjang sekitar 7 kilometer ruas yang masih rusak parah.

Sobat KabaRakyat, segmen yang menjadi prioritas pengerjaan tahap lanjutan ini membentang dari Bukik Alang Lawik, Tanjuang Gadang hingga Kapalo Koto di kawasan Halaban.

Per tanggal (2/3/2026), pengerjaan telah memasuki tahap pengecoran lapisan pertama atau lapisan dasar dengan segmen sekitar 2 kilometer yang dikerjakan secara bertahap.

Penjaga ditempatkan di setiap ujung segmen yang sedang dikerjakan untuk mengatur arus kendaraan dan meminimalkan risiko kemacetan maupun kecelakaan di lokasi proyek.

Sistem lalu lintas satu arah bergantian diterapkan selama proses pengecoran berlangsung agar kendaraan tetap dapat melintas meski dengan pembatasan waktu tertentu.

Pengecoran dilakukan secara bertahap per segmen agar kualitas beton terjaga dengan baik dan proses pemadatan dapat berlangsung optimal tanpa gangguan lalu lintas berlebih.

Manajemen Lalu Lintas Selama Proyek

Penerapan sistem buka-tutup jalan menjadi solusi utama yang dipilih pengelola proyek untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama masa konstruksi berlangsung di lapangan.

Sobat KabaRakyat, kendaraan dari dua arah diatur secara bergantian melintas sehingga proses pengecoran tidak terganggu sekaligus kemacetan panjang dapat dihindari semaksimal mungkin.

Petugas pengatur lalu lintas ditempatkan secara permanen di titik-titik kritis selama jam kerja proyek untuk memastikan kendaraan berat dan ringan tertib bergantian melintas.

Masyarakat dan pengguna jalan diminta untuk memahami kondisi ini serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama dan kelancaran penyelesaian proyek tepat waktu.

Khususnya menjelang Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Sumbar juga tengah menyiapkan skema manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan arus mudik di berbagai ruas.

Koordinasi antardaerah terus diintensifkan, termasuk melibatkan Kota Payakumbuh dalam rapat persiapan angkutan Lebaran bersama Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Bukittinggi.

Dampak bagi Ekonomi dan Pendidikan

Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban, Eva Maria Dirbas, menyatakan bahwa perbaikan jalan ini membawa dampak signifikan bagi mobilisasi harian warga setempat.

Sobat KabaRakyat, para orang tua yang setiap pagi harus mengantar anak-anak mereka ke sekolah merasakan langsung manfaat nyata dari perbaikan ruas jalan ini secara bertahap.

Aktivitas ekonomi warga di dua kecamatan, yaitu Luak dan Sago Halaban di Kabupaten Limapuluh Kota, ikut terdampak positif seiring membaiknya kondisi jalan provinsi ini.

Petani yang selama ini mengangkut hasil bumi menggunakan kendaraan bermotor kini mulai merasakan efisiensi biaya transportasi yang lebih rendah dibanding sebelum perbaikan dimulai.

Jalur ini juga menjadi salah satu rute menuju destinasi wisata alam yang cukup populer di wilayah Sumatra Barat sehingga perbaikannya turut mendorong sektor pariwisata lokal.

Dengan jalan yang lebih baik, konektivitas antara Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, dan Kabupaten Tanah Datar diharapkan semakin kuat dan produktif ke depannya.

Harapan Warga dan Komitmen Pemerintah

Masyarakat Nagari Tanjuang Gadang hingga Halaban menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah nyata Pemprov Sumatera Barat dalam merehabilitasi ruas jalan yang sudah lama rusak.

Sobat KabaRakyat, antusiasme warga sudah terlihat sejak alat berat mulai beroperasi di lapangan dan proses pengecoran pertama kali dimulai di segmen awal proyek ini.

Anggota DPRD Sumatera Barat, Wirman Dt. Pangeran, berharap tahap-tahap berikutnya dapat segera dilanjutkan dengan dukungan alokasi dana APBN dari pemerintah pusat secara berkelanjutan.

Pemprov Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan rehabilitasi jalan ini hingga seluruh ruas yang rusak parah dapat diperbaiki dan layak digunakan kembali.

Dengan estimasi durasi pengerjaan tahap lanjutan sekitar 6 hingga 8 bulan, proyek ini ditargetkan rampung dan dapat dinikmati masyarakat secara penuh menjelang akhir tahun 2026.

Sobat KabaRakyat, keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat yang disuarakan bertahun-tahun akhirnya mendapat respons serius dari pemerintah daerah.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya
  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya
  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya
  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya
  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya
  • Jalan Payakumbuh-Lintau Dikebut Jelang Lebaran 2026, Ini Progres Terbarunya