Sejarah NTT Docomo: Pelopor Emoji, NFC, dan 3G Pertama di Dunia

Sejarah NTT Docomo: Pelopor Emoji, NFC, dan 3G Pertama di Dunia

KabaRakyat.web.id - Tahun 1999, dunia masih bergantung pada SMS 160 karakter dan ringtone polyphonic. Di luar Jepang, internet mobile hanyalah mimpi.

Tapi di Jepang, pengguna sudah kirim email, baca Berita online, dan bayar transaksi lewat HP. Semua berjalan stabil di jaringan data serius.

NTT Docomo jadi pionirnya. Mereka bukan sekadar operator, tapi pembangun ekosistem mobile lengkap jauh sebelum iPhone dan Android lahir.

Sejarah dan Layanan i-mode Revolusioner

NTT Docomo lahir tahun 1992 sebagai spin-off NTT. Fokus mereka jelas: tingkatkan komunikasi mobile ke level baru.

Tahun 1999, mereka luncurkan i-mode. Layanan internet mobile pertama di dunia yang benar-benar nyata dan masif.

Pengguna bisa buka email, cek berita, lihat cuaca, hingga beli tiket langsung dari HP. Format cHTML ringan cocok layar kecil dan jaringan saat itu.

Jutaan orang Jepang langsung mengadopsi. Konsep mobile data modern mulai terbentuk dari sini, saat dunia masih puas dengan SMS.

Sobat KabaRakyat, i-mode bukan konsep atau prototype. Itu layanan komersial stabil yang mengubah cara orang berinteraksi dengan informasi.

Fitur Canggih yang Lahir dari Ekosistem Docomo

Tahun 2004, Docomo perkenalkan Osaifu-Keitai. Dompet digital berbasis FeliCa dan NFC untuk bayar di toko fisik.

Ini terjadi jauh sebelum Apple Pay atau Google Wallet populer global. Pembayaran mobile sudah jadi kenyataan di Jepang.

Emoji juga lahir dari sini. Akhir 1990-an, tim desainer terkait Docomo kembangkan simbol kecil untuk komunikasi teks lebih ekspresif.

Emoji kemudian menyebar ke seluruh dunia dan jadi bahasa universal chat. Warisan budaya digital Docomo terasa hingga sekarang.

Perangkat seperti Sharp SH906i punya layar 3 inci, Kamera 5,2 MP, dukungan 3G, bahkan touchpad. Spesifikasi flagship di masanya.

Jaringan 3G Pertama Dunia dan Alasan Tidak Global

1 Oktober 2001, Docomo jadi operator pertama dunia luncurkan 3G komersial berbasis WCDMA. Kecepatan data layak untuk browsing dan email lancar.

Saat negara lain masih berkutat 2G untuk suara dan SMS, Jepang sudah nikmati internet mobile sesungguhnya. Infrastruktur jadi fondasi utama.

Docomo bangun ekosistem lengkap: jaringan kuat, layanan data, konten digital, pembayaran, hingga elemen budaya seperti emoji.

Tapi ekosistem ini terlalu terikat pasar domestik Jepang. Fitur i-mode, Osaifu-Keitai, dan handset khusus sulit diadaptasi luar negeri.

Era smartphone global akhir 2000-an, iPhone dan Android tawarkan platform terbuka lintas negara. Developer dari mana saja bisa masuk.

Docomo tetap fokus kuatkan basis lokal. Momentum global bergeser, meski secara teknologi mereka tak kalah.

Sobat KabaRakyat, Docomo bukti teknologi terlalu maju bisa terasa “gagal” kalau waktunya belum tepat.

Warisan mereka nyata: mobile internet selalu aktif, pembayaran HP, emoji, hingga ponsel sebagai pusat digital. Semua punya akar dari Jepang dan Docomo.

Mereka mungkin bukan ikon global seperti Apple atau Google. Tapi eksperimen berani mereka percepat evolusi smartphone dunia.

Era 4G hingga 5G, Docomo tetap raksasa di Jepang. Investasi jaringan cepat, IoT, dan kolaborasi teknologi masa depan terus berlanjut.

Inovasi Docomo jadi pengingat: kadang sebuah terobosan bukan gagal, hanya datang terlalu dini. Saat dunia siap, konsep itu jadi standar baru.

Tags:
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image