Sejarah Coolpad di Indonesia: Muncul Megah, Hilang Diam-diam
KabaRakyat.web.id - Coolpad pernah jadi sensasi di pasar smartphone Indonesia. Ponselnya nongol di mall, iklan TV, dan counter resmi sekitar 2015.
Brand ini tiba-tiba lenyap tanpa pengumuman resmi. Kisah Coolpad jadi pelajaran keras soal persaingan ketat di industri Gadget.
Perusahaan asalnya bernama Yulong Computer Telecommunication Scientific. Didirikan tahun 1993 di Shenzhen, Tiongkok.
Awal Mula dan Kejayaan di Cina
Awalnya Coolpad fokus pada perangkat komunikasi seperti pager. Masuk industri ponsel di awal 2000-an.
Di pasar domestik Cina, Coolpad jadi pemain besar. Mereka pionir fitur dual SIM aktif yang kemudian diikuti banyak brand.
Nama Coolpad sejajar dengan Lenovo, Huawei, dan ZTE sebelum era Xiaomi, Oppo, Vivo mendominasi. Pengalaman teknologi mereka kuat di Cina.
Ekspansi ke Indonesia dimulai pertengahan 2015. Kantor resmi dibuka di Jakarta dengan ambisi jual jutaan unit.
Model yang dipasarkan termasuk Coolpad F103 Star, E501 Sky, F101 Sore, dan Sky Mini. Semua menyasar segmen menengah ke bawah.
Promosi agresif lewat iklan TV, brand ambassador, dan counter mall. Strategi harga kompetitif jadi andalan utama.
Persaingan Ketat dan Penurunan
Coolpad masuk pasar Indonesia saat persaingan sudah padat. Xiaomi agresif online, Oppo-Vivo kuasai offline.
Infinix juga bangun komunitas kuat. Konsumen punya banyak pilihan spek tinggi dengan harga terjangkau.
Keunggulan dual SIM aktif Coolpad tidak cukup jadi pembeda. Nama brand belum nempel di benak pembeli lokal.
Tahun 2016–2017, gaung mulai meredup. Produk baru jarang, distribusi menurun, promosi tidak lagi masif.
Sekitar 2018, aktivitas penjualan praktis berhenti. Tidak ada konferensi pers tutup atau pengumuman heboh.
Coolpad memilih mundur secara strategis. Keputusan Bisnis rasional untuk hindari kerugian lebih besar.
Status Saat Ini dan Pelajaran Bisnis
Perusahaan induk masih beroperasi meski skalanya mengecil. Kehadiran global terbatas di beberapa pasar tertentu.
Perubahan struktur kepemilikan dan saham terjadi untuk bertahan di industri smartphone yang semakin kompetitif.
Di Indonesia, nama Coolpad hilang dari etalase toko dan timeline promosi. Tidak ada jejak resmi lagi.
Sobat KabaRakyat, kisah Coolpad jadi pengingat industri gadget bergerak cepat dan keras. Tanpa pembeda kuat, brand mudah tersingkir.
Banyak pengguna dulu sempat pakai model Coolpad. Pengalaman positif di masa itu masih dikenang hingga kini.
Coolpad muncul dengan janji besar tapi lenyap pelan-pelan. Nostalgia ini mengajarkan pentingnya adaptasi dan momentum.
Hari ini, pasar dikuasai brand yang terus inovasi dan paham konsumen. Coolpad jadi bagian sejarah gadget Indonesia.
Jika pernah pakai Coolpad, model apa yang kalian gunakan? Ceritakan pengalaman di komentar.
