JAKARTA
-- | --
Menuju...
00:00:00

Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea

Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea

KabaRakyat.web.id - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan dagang penting. Tarif impor AS untuk produk Indonesia turun menjadi 19% dari sebelumnya 32% pada awal 2025.

Kesepakatan ini bagian dari Agreement on Reciprocal Trade (ART). Indonesia berkomitmen membebaskan bea masuk bagi sebagian besar produk AS.

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke AS pada 16 Februari 2026. Agenda utama termasuk penandatanganan ART pada 19 Februari 2026.

Penurunan Tarif dan Komitmen Bilateral

Substansi negosiasi tarif telah rampung. Kedua negara menyelesaikan harmonisasi bahasa hukum kesepakatan.

AS menurunkan tarif resiprokal untuk barang Indonesia menjadi 19%. Pengecualian diberikan pada komoditas unggulan seperti sawit, kopi, dan kakao dengan tarif 0%.

Indonesia membebaskan bea masuk untuk hampir semua produk AS. Langkah ini tingkatkan akses pasar bilateral secara timbal balik.

Sobat KabaRakyat, penurunan ini hasil diplomasi intensif. Negosiasi sebelumnya sempat tegang karena ancaman tarif tinggi.

Kesepakatan lindungi ekspor Indonesia ke pasar AS. Volume perdagangan diharapkan meningkat signifikan pasca-implementasi.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Washington

Prabowo menggelar rapat persiapan di Hambalang sehari sebelum keberangkatan. Rapat matangkan strategi negosiasi dan posisi kebijakan ekonomi.

Kunjungan ini termasuk agenda pertemuan Bisnis dan investasi. Rangkaian acara dukung penandatanganan ART di Washington.

Presiden Prabowo hadiri Board of Peace pada 19 Februari 2026. Forum ini jadi momentum diplomasi global Indonesia.

Sobat KabaRakyat, kunjungan ini perkuat hubungan strategis RI-AS. Fokus utama ekonomi tanpa mengorbankan kepentingan nasional.

Pertemuan dengan pebisnis AS hasilkan komitmen investasi. Beberapa kesepakatan bernilai miliaran dolar ditandatangani menjelang penandatanganan ART.

Dampak Ekonomi dan Perlindungan Industri

Kesepakatan perkuat industri nasional Indonesia. Produktivitas ditingkatkan melalui akses pasar lebih luas.

Peran Indonesia di rantai pasok global semakin besar. Ekspor komoditas unggulan seperti CPO mendapat tarif bebas.

Pemerintah pastikan kesepakatan tidak merugikan kepentingan nasional. Arahan Presiden Prabowo tekankan manfaat bagi rakyat.

Penurunan tarif 19% lebih rendah dari ancaman awal 32%. Ini buka peluang ekspor non-komoditas ke AS.

Sobat KabaRakyat, komitmen pembelian produk AS seperti kedelai dan jagung bantu seimbangkan neraca perdagangan.

Prospek Masa Depan Perdagangan Bilateral

Penandatanganan ART pada 19 Februari 2026 jadi tonggak baru. Implementasi segera setelah ratifikasi kedua negara.

Kesepakatan ini model reciprocal trade ala Trump. Indonesia ikuti jejak negara lain yang sudah capai deal serupa.

Pemerintah optimistis hubungan ekonomi RI-AS semakin kuat. Investasi AS di sektor strategis diharapkan mengalir lebih deras.

Kunjungan Prabowo juga bahas isu global seperti Gaza. Diplomasi ekonomi berpadu dengan peran perdamaian internasional.

Sobat KabaRakyat, kesepakatan ini langkah maju bagi ekspor Indonesia. Tarif rendah dan akses pasar luas tingkatkan daya saing nasional.

Dampak jangka panjang positif bagi UMKM dan industri manufaktur. Indonesia posisikan diri lebih kuat di ekonomi global.

Pemerintah terus pantau implementasi kesepakatan. Upaya negosiasi lanjutan mungkin turunkan tarif lebih rendah lagi.

Kesepakatan ART ini bukti diplomasi efektif pemerintahan Prabowo. Hasil nyata dalam waktu singkat pasca-pelantikan.

Sobat KabaRakyat, pantau perkembangan pasca-penandatanganan. Manfaat ekonomi segera terasa bagi pelaku usaha nasional.

Keseluruhan, deal ini win-win bagi kedua negara. Perdagangan bilateral semakin seimbang dan saling menguntungkan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea
  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea
  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea
  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea
  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea
  • Kesepakatan Dagang RI-AS 2026 Turun Jadi 19%, Sawit & Kopi Bebas Bea