JAKARTA
-- | --
Menuju...
00:00:00

Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai

Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai

KabaRakyat.web.id - Lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah bukan fenomena singhole. Fenomena ini telah dikonfirmasi sebagai ngarai alami.

Luas lubang mencapai sekitar 30.000 m². Pergerakan tanah sudah tercatat sejak 2011 oleh Dinas ESDM Aceh.

Temuan terbaru dari dosen Teknik Geologi UGM, Salahuddin Husein, menjelaskan proses pembentukannya. Penjelasan disampaikan pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Penjelasan Proses Piping Erosion

Piping erosion menjadi penyebab utama terbentuknya lubang tersebut. Proses ini merupakan erosi air bawah tanah yang membentuk saluran menyerupai pipa.

Fenomena piping erosion lazim terjadi di dasar bendungan atau tanggul sungai. Air bawah tanah mengikis tanah secara bertahap hingga membentuk rongga besar.

Sobat KabaRakyat, lubang Ketol memiliki karakteristik mirip ngarai lain di Indonesia. Contohnya Ngarai Sianok di Sumatera Barat yang terbentuk serupa.

Proses erosi ini berlangsung lambat dan berkelanjutan. Tidak seperti singhole yang sering muncul tiba-tiba.

Ngarai Ketol terbentuk melalui pengikisan bawah tanah yang terus-menerus. Hasilnya membentuk lembah memanjang dengan tebing vertikal.

Perbedaan Mendasar Singhole dan Ngarai

Singhole umumnya berbentuk lubang bulat atau memanjang yang dikelilingi tebing runtuhan. Fenomena ini terkait aliran sungai bawah tanah atau pelarutan batu gamping.

Singhole bisa muncul akibat runtuhnya atap gua bawah tanah. Proses pelarutan batuan oleh air meresap menyebabkan rongga melebar secara tiba-tiba.

Singhole sering dikategorikan sebagai bencana geologi karena kemunculannya sulit diprediksi. Dampaknya bisa merusak pemukiman atau infrastruktur secara mendadak.

Ngarai merupakan lembah memanjang yang dibatasi tebing erosi vertikal. Terbentuk oleh aliran sungai di permukaan tanah.

Proses pembentukan ngarai melalui headward erosion atau erosi menghulu. Aliran sungai mengikis batuan ke arah hulu secara kontinu.

Sobat KabaRakyat, ngarai tidak hanya semakin dalam tetapi juga memanjang mengikuti jalur sungai. Panjangnya bisa mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer.

Kesimpulan Bentuk Depresi Geologi

Secara sederhana, singhole dan ngarai sama-sama bentuk depresi di permukaan bumi. Namun keduanya memiliki proses dan bentuk yang berbeda signifikan.

Singhole bersifat lokal, berbentuk lubang, dan sering terkait gua bawah tanah. Kemunculannya bersifat mendadak dan berisiko tinggi.

Ngarai bersifat memanjang mengikuti lembah sungai. Terbentuk melalui proses erosi permukaan yang lambat dan dapat diprediksi.

Penelitian Salahuddin Husein menegaskan lubang Ketol adalah ngarai. Bukan singhole seperti dugaan awal masyarakat.

Fenomena ini menambah daftar ngarai alami di Indonesia. Penting bagi pemantauan geologi untuk mencegah risiko di masa depan.

Pemahaman perbedaan ini membantu masyarakat dan pemerintah dalam mitigasi bencana. Edukasi geologi semakin relevan di daerah rawan pergerakan tanah.

Sobat KabaRakyat, kasus Ketol mengingatkan pentingnya kajian ilmiah. Fenomena alam sering disalahartikan sebelum penelitian mendalam dilakukan.

Pemantauan berkelanjutan diperlukan di wilayah Aceh Tengah. Untuk mendeteksi perubahan tanah lebih dini dan mencegah dampak buruk.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai
  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai
  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai
  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai
  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai
  • Dosen UGM Ungkap Lubang Raksasa di Aceh Tengah Bukan Singhole Melainkan Ngarai