Tipe Orang Ini Jarang Muncul di Sosmed, Apa Kamu Salah Satunya?
KabaRakyat.web.id - Ada satu tipe orang yang jarang muncul di sosial media. Bukan karena hidupnya biasa saja, justru sebaliknya, mereka punya banyak momen indah dan cerita menarik.
Mereka sering membuka galeri penuh foto bagus, tapi jarang menekan tombol upload. Pikiran mereka ribut sendiri sebelum posting.
Suara kecil di kepala muncul: “Ini kepedean enggak? Nanti orang mikir pamer. Muka gue aneh nggak ya?” Suara itu makin besar hingga akhirnya dibatalkan.
Alasan di Balik Jarang Posting
Banyak yang salah paham, mengira orang jarang posting kurang percaya diri. Padahal, seringkali justru sebaliknya, mereka cukup PD dengan diri sendiri.
Masalahnya bukan kurang pede, tapi otak yang overthinking hal kecil. Angle kurang pas, cahaya kurang bagus, caption bingung, takut disalahpahami.
Sosial media terasa seperti panggung besar. Setiap posting berasa taruhan: takut dikira pamer, takut dianggap berubah, takut di-judge, takut nyari perhatian.
Akhirnya, daripada pusing memikirkan pandangan orang, mereka memilih tidak muncul sama sekali. Lebih aman daripada overthinking.
Sobat KabaRakyat, ironisnya, orang yang jarang posting sering punya galeri paling penuh. Foto-foto indah hanya untuk dinikmati sendiri.
Mereka nyaman menikmati momen secara pribadi. Tidak ingin setiap hal indah berubah jadi konten untuk validasi orang lain.
Hidup Tanpa Penonton
Mereka percaya tidak semua cerita harus dibagikan ke dunia. Momen bahagia cukup disimpan dalam ingatan, bukan di feed.
Punya perjalanan hidup yang kaya, tapi tidak perlu ditunjukkan. Punya hal kecil yang disyukuri tanpa butuh like atau komentar.
Sosial media sering dijadikan ukuran eksistensi. Padahal, orang yang tidak posting bukan berarti hilang atau tidak bahagia.
Mereka hanya memilih hidup tanpa penonton. Memilih tenang daripada diperhatikan terus-menerus.
Memilih momen asli daripada momen yang harus terlihat sempurna. Memilih diri sendiri daripada penilaian orang lain.
Cara ini terasa lebih dewasa di zaman sekarang. Hidup penuh tanpa tekanan untuk selalu terlihat.
Mereka menikmati kehidupan secara autentik. Tidak tergantung validasi dari dunia maya.
Sobat KabaRakyat, mungkin ini bentuk kebebasan sejati. Hidup bahagia tanpa harus membuktikannya di timeline.
Orang seperti ini sering punya cerita paling dalam. Cerita yang hanya mereka tahu dan syukuri dalam hati.
Di era konten nonstop, memilih diam justru jadi kekuatan. Mereka hidup tanpa beban, tanpa drama, tanpa overthinking setiap post.
Itulah tipe orang yang jarang muncul di sosial media. Bukan karena kurang, tapi karena sudah cukup dengan dirinya sendiri.