Pembangunan Jalan Payakumbuh-Lintau Menuju Halaban Dilanjutkan, 7 km Siap Dibenahi

Pembangunan Jalan Payakumbuh–Lintau–Halaban Dilanjutkan, 7 km Siap Dibenahi

KabaRakyat.web.id - Pembangunan jalan Payakumbuh-Lintau menuju Halaban akan segera dilanjut pada awal 2026. Proyek ini menjadi harapan masyarakat setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.

Jalur vital ini menghubungkan Kota Payakumbuh dengan Lintau, Kabupaten Tanah Datar. Kondisi jalan yang rusak sejak 2016 mengganggu perekonomian dan akses Pendidikan warga.

Sobat KabaRakyat, perbaikan fokus pada ruas rusak parah. Tahap lanjutan diharapkan rampung dalam 6-8 bulan ke depan.

Tahap Pembentukan Badan Jalan Saat Ini

Saat ini, pengerjaan masih di tahap pembentukan badan jalan. Pengecoran belum dilakukan di segmen baru ini.

Proyek menargetkan sekitar 7 km dari lokasi terakhir perbaikan sebelumnya. Mulai dari Bukik Alang Lawik, Tanjuang Gadang hingga Kapalo Koto, Halaban.

Perbaikan berlangsung lama karena menggunakan sistem pengecoran semen dua lapis.

Tahap sebelumnya di ruas 1,3 km (Payakumbuh-Sitangkai) selesai September 2025. Anggaran Rp12,3 miliar dari APBD Provinsi.

Sistem Lalu Lintas Selama Pengerjaan

Selama perbaikan, jalan diberlakukan satu arah dengan sistem buka-tutup. Pengaturan ini berlaku di beberapa kilometer.

Metode ini memperlancar proses tanpa langsung tutup seluruh 7 km. Pengendara diminta waspada dan ikuti arahan petugas.

Sobat KabaRakyat, sistem ini bantu kurangi kemacetan panjang. Namun tetap sebabkan waktu tempuh lebih lama sementara.

Anggota DPRD Sumbar, Wirman Dt. Pangeran, berharap tahap II dapat segera dilanjutkan pada 2026. Dana APBN pusat diharapkan terus dialokasikan.

Harapan Masyarakat dan Kelanjutan Proyek

Masyarakat Nagari Tanjuang Gadang hingga Halaban apresiasi langkah Pemprov Sumbar. Perbaikan ini jawab keluhan bertahun-tahun.

Seorang masyarakat A.A, berharap pembangunan jalan ini dapat berjalan dengan baik, melibatkan kepedulian semua pihak, serta memperhatikan kelestarian lingkungan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Jalan ini merupakan akses utama bagi pelajar, petani, pedagang, serta angkutan tambang. Kerusakan picu kecelakaan dan hambat ekonomi.

Dengan durasi 6-8 bulan, diharapkan akhir 2026 jalan mulus. Ini tingkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Pemprov Sumbar komitmen lanjutkan rehabilitasi. Masyarakat diimbau sabar selama proses berlangsung.

Tags:
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Close Ads