Kisah Mito: Dari Raja HP Lokal Indonesia Hingga Pindah ke Elektronik Rumah Tangga
KabaRakyat.web.id - Mito pernah jadi bintang di etalase counter HP Indonesia. Logo dan nama brand ini hampir pasti muncul di toko-toko sekitar 2006–2010-an.
Kini logo Mito lebih sering terlihat di rak dapur dan elektronik rumah. Rice cooker, air fryer, oven listrik jadi produk utama mereka.
Pertanyaannya: kenapa Mito meninggalkan pasar smartphone? Apakah kalah saing atau sengaja pindah segmen Bisnis?
Masa Kejayaan Mito di Era HP Lokal
Mito lahir di bawah PT Maju Express Indonesia sekitar 2006. Saat itu pasar ponsel lokal masih terbuka lebar tanpa dominasi brand global.
Strategi mereka sederhana: harga murah, model beragam, distribusi luas hingga pelosok. Hasilnya cepat melejit dan masuk tiga besar vendor lokal.
Produk Mito mulai dari feature phone hingga smartphone Android awal seperti Mito A200, A220, A78. Mereka juga rilis Tablet T500 dan Smartwatch S500.
Spesifikasi tidak tinggi tapi sesuai kebutuhan pasar. Yang penting fungsional, murah, dan servis mudah di mana saja.
Puncaknya saat ikut program Android One bersama Evercoss dan Nexian. Mito Impact jadi salah satu model terkenal dengan pengalaman Android bersih.
Sobat KabaRakyat, era itu Mito rajin rilis seri baru. Brand lokal ini benar-benar kompetitif di segmen entry-level.
Penurunan dan Persaingan Ketat
Sekitar 2016–2017 tanda penurunan mulai terlihat. Peluncuran produk Mito semakin jarang dan etalase toko mulai dikuasai brand lain.
Brand Tiongkok masuk agresif dengan spesifikasi tinggi, desain menarik, harga tetap rendah. Persaingan di kelas bawah jadi sangat ketat.
Industri smartphone berubah cepat: butuh inovasi konsisten, update sistem rutin, biaya produksi melonjak. Brand lokal dengan modal terbatas sulit mengejar.
Mito mulai jarang muncul di Berita Gadget. Ruang etalase mereka pelan-pelan digantikan pemain global yang lebih agresif.
Bukan karena konsumen tiba-tiba meninggalkan, tapi ritme industri sudah terlalu cepat untuk diikuti brand lokal seperti Mito.
Diversifikasi ke Elektronik Rumah Tangga
Akhir 2010-an Mito memilih jalur baru: fokus ke peralatan elektronik rumah tangga. Bukan produk sampingan, tapi bisnis utama baru.
Mereka hadirkan rice cooker, air fryer, oven listrik, dispenser, food chopper. Lini Mitochiba seperti Magic Chopper CH2 cukup populer di marketplace.
Peralihan ini masuk akal karena pasar smartphone entry-level sudah dikuasai raksasa global. Siklus produk cepat dan kompetisi harga ekstrem.
Elektronik rumah tangga punya siklus lebih panjang, tidak cepat ketinggalan zaman. Konsumen beli karena kebutuhan harian, bukan tren tahunan.
Mito manfaatkan brand awareness yang masih ada. Nama familiar dibawa ke produk fungsional dengan harga terjangkau dan distribusi luas.
Sobat KabaRakyat, ini bentuk diversifikasi cerdas. Mito tetap relevan tanpa harus bertarung langsung dengan raksasa teknologi.
Per 2024–2025 Mito masih aktif beroperasi. Website resmi dan akun media sosial promosikan produk rumah tangga secara rutin.
Mereka tampil sebagai merek elektronik rumah tangga mandiri. Tidak terlalu angkat narasi dulu brand HP, fokus pada fungsi dan harga.
Transformasi ini keputusan jangka panjang. Mito tidak bangkrut atau lenyap, hanya pindah arena permainan ke segmen lebih stabil.
Mito membuktikan brand lokal bisa bertahan dengan adaptasi pintar. Dari etalase HP ke rak dapur, itu hasil strategi bisnis sadar arah.