Dibohongi Pemerintahan Nagari! Pemuda Jorong Siluang Tagih Janji Lapangan Voli
KabaRakyat.web.id - Pemuda Jorong Siluang sampaikan pernyataan tegas di rapat terbuka. Mereka menagih janji pembangunan lapangan yang belum terealisasi.
Janji tersebut disampaikan secara terbuka di depan masyarakat saat sosialisasi pemekaran jorong. Namun hingga kini, lapangan justru ditumbuhi semak belukar tanpa kemajuan.
Sobat KabaRakyat, isu ini mencuat karena kekecewaan mendalam dari pemuda setempat. Mereka merasa dibohongi oleh pemerintahan nagari tanjuang gadang.
Janji Pembangunan Lapangan yang Tak Kunjung Terwujud
Pernyataan pemuda menyoroti janji awal pembangunan lapangan. Bangunan posyandu selesai, lalu dilanjutkan ke pembangunan lapangan voli.
Kesepakatan awal, proses pembangunan tidak melibatkan pemuda sama sekali. Lapangan voli yang dijanjikan malah dibiarkan rusak.
Lapangan awalnya direlakan untuk posyandu dan kantor jorong dengan iming-iming penggantian baru. Namun hingga kini, janji penggantian tidak ditepati.
Pembangunan posyandu mencapai 100% selesai, tapi lapangan tetap terbengkalai. Pemuda hanya mendapat respons "sabar" dari pihak terkait.
Sobat KabaRakyat, pernyataan ini disampaikan langsung di sosialisasi pemekaran jorong tersebut. Mereka menuntut kejelasan tanpa janji kosong lagi.
Kekecewaan Masyarakat atas Ketidaktepatan Janji
Pemuda menekankan bahwa janji disampaikan terbuka di depan warga. Tidak ada alasan untuk mengabaikan komitmen tersebut.
Lapangan yang semula untuk pemuda kini menjadi semak belukar. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat.
Isu listrik juga disinggung. Meteran listrik di bangunan posyandu baru ini adalah milik pemuda, posyandu masih menumpang tanpa kontribusi.
Kunjungan langsung ke rumah pemerintah nagari terkait hanya menghasilkan janji tambahan. Bahkan disebut akan dipasangkan WiFi, tetapi ini saja tak dibangun.
Kepercayaan masyarakat mulai hilang. Pemuda menyatakan kekecewaan pribadi dan kolektif atas sikap yang dianggap tidak bertanggung jawab.
Sobat KabaRakyat, situasi ini mencerminkan masalah komunikasi antara pemimpin dan masyarakat. Janji harus diikuti tindakan nyata.
Tuntutan Kepastian dan Komitmen Tertulis
Pemuda menuntut kejelasan jadwal pembangunan lapangan atas. Mereka tidak ingin lagi menerima janji verbal yang berulang.
Mereka menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat bisa pulih jika janji direalisasikan segera. Tidak ada lagi alasan penundaan.
Sobat KabaRakyat, pernyataan ini menjadi pengingat penting. Pembangunan fasilitas umum harus melibatkan masyarakat secara aktif.
Isu ini juga menyoroti pentingnya akuntabilitas pemimpin lokal. Janji yang tidak ditepati bisa merusak harmoni kampung.
Pemuda berharap rapat ini menghasilkan solusi konkret. Pembangunan lapangan harus menjadi prioritas bersama.
Kondisi lapangan yang terbengkalai memengaruhi aktivitas pemuda dan warga. Fasilitas Olahraga dibutuhkan untuk generasi muda.
Akhirnya, pemuda menutup pernyataan dengan rasa hormat. Mereka tetap berharap ada itikad baik dari pihak berwenang.
Sobat KabaRakyat, kasus ini menjadi pelajaran berharga. Transparansi dan realisasi janji kunci menjaga kepercayaan masyarakat.