Wisata Tebing Breksi: Spot Foto Instagramable di Jogja

Sumbar, KabaRakyat.web.id - Tebing Breksi, destinasi wisata hits di Yogyakarta, menawarkan pesona alam dan budaya. Bekas tambang batu kapur ini kini jadi cagar budaya. Sobat KabaRakyat, nikmati pemandangan Jogja dari ketinggian.
Terletak di Jalan Desa Lengkong, Gunungsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, lokasinya dekat Candi Prambanan. Akses mudah via Google Maps, hanya 20 kilometer dari pusat kota, sekitar satu jam perjalanan.
Akses jalan ke Tebing Breksi cukup menantang dengan tanjakan. Jalannya mulus namun sempit, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi baik. Pengemudi mobil pribadi harus ekstra hati-hati.
Harga tiket masuk terjangkau, Rp10.000 per orang di hari biasa, Rp15.000 di akhir pekan. Untuk WNA, Rp20.000 dan Rp30.000. Anak di atas 5 tahun bayar penuh.
Parkir kendaraan juga murah, Rp5.000 untuk mobil, Rp3.000 untuk motor. Area parkir luas, muat bus pariwisata. Sobat KabaRakyat, tak perlu khawatir soal tempat parkir.
Tebing Breksi buka setiap hari, pukul 08.00–23.00 WIB. Waktu terbaik berkunjung adalah sore hari. Sunset epik dan udara sejuk cocok untuk foto-foto estetik.
Dulunya tambang batu kapur sejak 1970-an, aktivitas ditutup pada 2014. Batuan breksi dari abu vulkanik purba jadi cagar budaya. Diresmikan Sultan Hamengkubuwono X pada 2015.
Ukiran wayang dan relief naga menghiasi tebing, ciptakan kesan artistik. Seniman lokal suling bekas tambang jadi galeri alam terbuka, menarik wisatawan pencinta seni.
Puncak tebing tawarkan pemandangan Candi Prambanan, Gunung Merapi, dan kota Jogja. Sobat KabaRakyat, panorama malam dengan lampu kota sangat memukau dari ketinggian.
Fasilitas lengkap, termasuk pos informasi dan tempat duduk. Tersedia masjid luas, bersih, dengan perlengkapan salat. Toilet tersedia, namun berbayar Rp3.000 per pengguna.
Kuliner di Tebing Breksi beragam, dari warung kecil hingga restoran. Garden Space Breksi tawarkan suasana klasik Jawa dengan pemandangan alam, cocok untuk bersantai.
Menu di Garden Space Breksi dan Selorejo Cafe bervariasi. Makanan ringan seperti mendoan, pisang bakar, hingga ayam geprek. Minuman tradisional seperti wedang uwuh tersedia.
Harga makanan dan minuman ramah kantong, Rp10.000–Rp20.000. Sobat KabaRakyat, nikmati kuliner sambil lihat cityscape Jogja, terutama saat malam hari.
Spot foto di puncak tebing jadi daya tarik. Ada properti buatan warga, beberapa berbayar sukarela. Jasa fotografer tersedia, Rp5.000 per file, hanya terima tunai.
Kolam ikan di area bawah menarik untuk anak-anak. Makan ikan Rp5.000 per orang. Namun, tebing curam kurang ramah untuk lansia dan anak kecil.
Jeep offroad jadi aktivitas seru, keliling bukit dan candi. Harga mulai Rp400.000 untuk empat orang. Petualangan ini tawarkan pengalaman tak terlupakan.
Kebersihan terjaga dengan banyak tong sampah. Pengunjung sepi pada pukul 12.00–15.00, ideal untuk foto tanpa antre. Cuaca siang terik, bawa topi dan sunscreen.
Tebing Breksi viral pada 2018–2019, sempat sepi saat pandemi. Kini ramai lagi, kelola warga Sambirejo, tingkatkan ekonomi desa hingga Rp1 miliar per tahun.
Destinasi ini cocok untuk liburan keluarga atau foto estetik. Sobat KabaRakyat, Tebing Breksi wajib masuk daftar kunjungan di Jogja. Nikmati keindahan alam dan budaya.